Tempe, Jaranan, dan Mak Yong Diajukan ke UNESCO, Indonesia Menuju 19 Warisan Budaya Dunia

Kesenian kuda lumping (jaranan). Foto: Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons
Kabar bangga buat warga +62: Indonesia resmi mengajukan tiga warisan budaya baru ke UNESCO untuk siklus penilaian 2026 — tempe, jaranan, dan teater Mak Yong. Kalau ketiganya lolos, total warisan budaya takbenda Indonesia yang diakui dunia bakal genap 19.
Kenapa Tiga Ini yang Dipilih?
Ketiganya mewakili pengetahuan, praktik, dan tradisi hidup yang masih dipakai lintas generasi. Tempe bukan cuma lauk sejuta umat — dia teknologi fermentasi asli nusantara yang sudah berumur ratusan tahun dan kini jadi primadona pangan sehat dunia. Jaranan alias kuda lumping adalah seni pertunjukan rakyat yang hidup di Jawa Timur dan banyak daerah lain. Sedangkan Mak Yong adalah teater tradisional Melayu yang berkembang di Kepulauan Riau — seni tutur, tari, dan musik yang jadi satu.
Jalan Panjang Menuju Pengakuan
Proses pengajuan ke Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO itu nggak instan — butuh dokumentasi, kajian akademik, dan bukti bahwa komunitasnya masih aktif merawat tradisi tersebut. Indonesia sendiri sudah punya 16 warisan yang terdaftar, dari wayang, keris, batik, angklung, sampai yang terbaru reog Ponorogo, kolintang, dan kebaya.
Apa Untungnya Buat Kita?
Pengakuan UNESCO bukan sekadar gengsi. Statusnya membuka akses pendanaan pelestarian, mengangkat ekonomi pelaku budaya, dan yang paling penting: bikin generasi muda sadar bahwa warisan leluhur ini berharga. Tugas kita sederhana — terus makan tempe boleh banget, tapi juga kenali cerita dan ilmu di baliknya, lalu wariskan ke anak cucu sebagai bentuk syukur atas kekayaan negeri titipan Tuhan ini.
Sumber: GoodStats, Kementerian Kebudayaan RI
Ikuti rubrik Berita di Indonesia Banget untuk kabar budaya nusantara lainnya.
Posting Komentar