Kronologis Menuju Titik 0 INDONESIA MERDEKA | Bag.6

Daftar Isi

 SAAT BUNG HATTA SANTAI SAJA DI "CULIK" PRAJURIT PETA


Waktu sahur masih panjang, Bung Hatta sedang mempersiapkan diri untuk menikmati makan sahur.
Semalaman putra Bukittinggi tak bisa memejamkan mata, banyak sekali pekerjaan di PPKI yang belum ia selesaikan, Hatta berfikir setelah pagi ia akan selesaikan pekerjaan itu setelah tidur sejenak.
Bung Hatta baru saja hendak menuju meja makan saat dari halaman terdengar suara riuh kendaraan, ia menoleh pada kedua keponakan perempuannya yang juga menatap sang paman....bingung?.
Salah satu keponakan Bung Hatta berlari membuka pintu namun hanya sebentar dan berlari ke meja makan.
"Banyak orang Angku, tentara Jepang seperti nya...", seraya menatap khawatir pada Sang Paman, bung Hatta sendiri masih diam walau dia sendiri tak kalah bingung.
Ya halaman rumah itu tiba tiba rumahnya di datangi mobil truk dan satu sedan Fiat.
Lalu Soekarni dan beberapa temannya sudah masuk menunggu di ruang tengah. Mereka menceritakan bahwa Soekarno tetap tidak bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Dengan alasan tersebut, para pemuda militan telah memutuskan untuk bertindak sesuai dengan rencana mereka.
"Nanti, menjelang pukul 12.00 tengah hari, sekitar 15.000 massa akan menyerbu Djakarta. Bersama-sama dengan para mahasiswa serta pasukan PETA, mereka akan melucuti Jepang. Bung Karno dan Bung Hatta akan kami bawa ke Rengasdengklok. Dari sana, mereka harus meneruskan pemerintahan Republik", kata Soekarni dengan sangat bersemangat, masih dengan gaya memamerkan pistol dan Samurai di pinggang.
Bung Hatta berusaha meyalkinkan Soekarni dengan mengatakan.
"Apa yang sedang kalian rencanakan hanya sebuah khayalan dan bakal terbentur kepada realita. Meskipun Jepang sudah menyerah tapi tentara nya di Jawa masih utuh. Dengan menyerbu Jakarta kalian bukan menyulut Revolusi tetapi hanya melakukan putsch yang justru bakal membunuh Revolusi yang sedang kalian lakukan!".
Namun Soekarni dan para Prajurit PETA tak bergeming.
"Bung Karno sudah menunggu di mobil Bung!.. Ayo Bung!", ujar salah satu prajurit PETA yang berdiri di samping Soekarni.
Bung Hatta menghela napas, sadar ia percuma mengajak bicara anak anak muda yg sedang gandrung patriotik ini dan ia juga kaget rupanya mereka sudah mengambil Bung Karno sebelum dirinya.
Maka Hatta pun menitip rumah pada adik perempuan dan kedua keponakan perempunya, memang tak ada laki laki di rumah itu selain Bung Hatta.
Maka setelah bersiap Bung Hatta keluar menuju keluar rumah yang sudah terdapat mobil dan truk.
Saat melihat Bung Karno dan Fatmawati, bung Hatta hanya mengangguk tanpa berucap namun sepertinya mereka berdua paham siapa yg mereka hadapi walau yakin mereka tak akan di apa apa kan.
Selanjutnya kisah Rengasdengklok di mulai seperti yang tercantum dalam buku sejarah.

Posting Komentar