Kronologis Menuju Titik 0 INDONESIA MERDEKA | Bag.8

Daftar Isi

 MERUMUSKAN NASKAH BANGSA MERDEKA!



Hari baru tanggal 17 Agustus 1945 baru melewati dua jam ketika rapat pimpinan PPKI ditanya siapa yang membawa naskah rancangan "Proklamasi" yang telah dibuat pada tanggal 22 Juni 1945, entah ini kehendak Tuhan tapi saat itu tak satupun anggota PPKI membawa salinan naskah yang kelak dikenal sebagai Piagam Jakarta.
Maka diputuskan membuat Rancangan naskah proklamasi baru dengan susunan bahasa yang lebih ringkas. Tugas ini diberikan pada Bung Hatta yang memang dalam tata bahasa sangat baik.
Lalu pada pukul 02.00, Bung Karno mendikte kan apa yg di tulis Bung Hatta sedang anggota sidang yang lain menyaksikan.
Terlihat pagi buta itu wajah wajah tegang terutama dari kalangan muda yang di wakili oleh Wikana dan Chairul Saleh sedang anggota lain menyurutkan tegang mereka dengan merokok.
Tapat pukul 03.00 dinihari Bung Karno dan Bung Hatta berdiri bersisian menghadap semua yang hadir termasuk 7 anggota PPKI asal Jepang.
Rupanya mereka sudah selesai membuat naskah penting itu dan akan mengumumkan pada yg hadir. Lalu Bung Karno membaca naskah yang baru saja selesai dengan suara tenang khas beliau.
Singkat, padat dan jelas isi rancangan naskah itu dibacakan. Sesaat setelah selesai Bung Karno bertanya pada semua.
"Apakah saudara saudara setuju?".
Lalu gemuruh suara yang hadir menjawab.
"Setuju!!".
Lalu diulang olah Bung Karno.... "Benar benar semua setuju?".
"Setuju !!"....,serempak jawaban itu dan ramai di dalam rumah laksamana laksamana Maeda Maeda pagi buta itu.
Giliran Bung Hatta berucap mengingatkan, "Kalau saudara-saudara mengatakan setuju, baiklah kita semua yang hadir di sini ikut menandatangani naskah Proklamasi Indonesia Merdeka, sebuah dokumen bersejarah. Ini penting bagi anak cucu kita. Mereka harus tahu, siapa yang ikut memproklamasikan Indonesia Merdeka. Ambil contoh naskah proklamasi kemerdekaan Amerika Serikat", sejenak, ruangan berubah menjadi senyap.
Tiba tiba ruangan hening!... Semua hadirin diam.
Tiba tiba Soekarni menyeruak kedepan!.
"Bukan semua yang hadir di sini harus ikut tanda tangan, cukup dua orang saja menandatangani atas nama rakyat Indonesia yaitu Bung Karno dan Bung Hatta!".
Lantang sekali suara Soekarni mengucap itu semua yang hadir terkejut!!... Rupanya hal hal sepele ini yang justru kadang lengah diperhatikan oleh para yang hadir.
Mimpi Bung Karno dan Bung Hatta adalah macam kemerdekaan Amerika yang hadir tanda tangan naskah tersebut namun Wikana, Chairul Saleh punya pandangan sendiri tentang tanda tangan.
Dalam catatan Soekarni, ia dan para pemuda tak sudi ada tanda tangan orang Jepang dalam naskah proklamasi itu artinya sama saja kemerdekaan mereka masih berbau Jepang!.
Akhirnya usul Soekarni diterima semua pihak, setelah sepakat naskah oret pencil Bung Hatta itu diperintahkan ketik Bung Karno ke Sajuti Melik.
Tepat pukul 04.00 Naskah Proklamasi ditandatangani kedua pemimpin itu lalu setalah di amin kan oleh yg hadir, Laksamana Maeda turun ke ruang tengah ditemani staff lalu memberi ucapan selamat dengan menyalami semua anggota yang hadir pagi itu.
Menjelang subuh saat imsak mereka semua pulang dan berjanji akan membacakan naskah proklamasi di kediaman Bung Karno yang di rasa aman dibanding usul awal pembacaan proklamasi di lapangan IKADA, masih sangat berbahaya.
Sumber buku Djakarta 1945
Awal Revolusi Kemerdekaan catatan Julius Pour

Posting Komentar