Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030

Wayang kulit, salah satu warisan budaya takbenda Indonesia yang diakui UNESCO. Foto: FaizAttariqi, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
Indonesia naik kelas di panggung budaya dunia. Pada Sidang Majelis Umum ke-11 Negara Pihak Konvensi 2003 UNESCO di Paris, 18 Juni 2026, Indonesia resmi terpilih jadi anggota Komite Warisan Budaya Takbenda (ICH) UNESCO periode 2026–2030.
Apa Sih Komite ICH Itu?
Gampangnya: ini "dewan juri" warisan budaya dunia. Komite beranggotakan 24 negara dari total 185 negara pihak konvensi, dan tugasnya berat — mengevaluasi serta menetapkan unsur budaya mana yang masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, plus menyusun pedoman kebijakan pelestarian budaya internasional. Jadi selama lima tahun ke depan, Indonesia ikut menentukan arah pelestarian budaya sedunia.
Bersaing dan Terpilih
Indonesia terpilih mewakili kawasan Asia-Pasifik bersama Jepang, Filipina, dan Kamboja — dari enam kandidat yang bersaing. Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar menegaskan komitmen Indonesia untuk "mengawal kebijakan global pelindungan budaya" sekaligus meningkatkan kapasitas komunitas lokal. Delegasi RI juga berjanji memperjuangkan kepentingan negara berkembang dalam pelestarian warisan budaya.
Momentum Emas Buat Nusantara
Posisi ini datang di saat yang pas: Indonesia sedang mengajukan tempe, jaranan, dan teater Mak Yong ke UNESCO. Duduk di dalam komite bukan berarti bisa "main mata" — penilaian tetap objektif — tapi suara Indonesia kini didengar langsung di meja kebijakan dunia. Buat kita di rumah, ini pengingat sederhana: dunia saja serius merawat budaya nusantara, masa kita yang punya malah cuek? Merawat warisan leluhur adalah bagian dari bersyukur atas karunia Tuhan untuk negeri ini.
Sumber: ANTARA News, KBRI Paris
Ikuti rubrik Berita di Indonesia Banget untuk kabar budaya nusantara lainnya.
Posting Komentar