Dieng Culture Festival ke-16: Ruwatan Rambut Gimbal dan Jazz Atas Awan Guncang Negeri di Atas Awan

Daftar Isi
Ruwatan rambut gimbal di Dieng

Prosesi ruwatan rambut gimbal di Dieng. Foto: Humas Jateng, domain publik, via Wikimedia Commons

Dataran tinggi Dieng kembali jadi magnet wisata budaya. Dieng Culture Festival (DCF) ke-16 digelar 28–30 Agustus 2026 di Desa Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah — dan seperti biasa, "negeri di atas awan" ini penuh sesak oleh wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Dari Ruwatan Sampai Jazz Atas Awan

Menu acaranya lengkap: festival kopi, pameran UMKM, Festival Domba Batur, konser Jazz Atas Awan yang legendaris, dan tentu saja acara puncaknya — ruwatan anak berambut gimbal. Tradisi pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng ini jadi daya tarik utama: sebuah adat turun-temurun yang dipercaya warga setempat sebagai bentuk permohonan keselamatan, di mana permintaan si anak wajib dipenuhi sebelum rambutnya dipotong. Bagi kita, ini kekayaan pengetahuan budaya lokal yang menarik dipelajari — sambil tetap meyakini bahwa keselamatan sejatinya hanya datang dari Tuhan.

Diakui Nasional

DCF masuk daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) dan tercatat sebagai salah satu dari 10 kegiatan terbaik program tersebut. Kemenpar menyebut festival ini sebagai "wajah pariwisata Indonesia yang autentik dan berdaya saing global." Dampak ekonominya nyata: UMKM lokal panen rezeki, homestay penuh, dan nama Dieng makin harum.

Festival Rakyat yang Naik Kelas

Yang bikin DCF spesial: ini festival yang lahir dari inisiatif warga desa, bukan proyek dari atas. Enam belas edisi kemudian, dia jadi bukti bahwa ketika masyarakat bangga sama budayanya sendiri, dunia akan datang menghampiri. Resep yang layak ditiru desa-desa wisata lain di seluruh nusantara.

Sumber: ANTARA News, Kemenpar RI

Ikuti rubrik Berita di Indonesia Banget untuk kabar budaya nusantara lainnya.

Posting Komentar