Asal-Usul Tempe: Superfood Asli Nusantara yang Sempat Diremehkan

Daftar Isi
Tempe segar hasil fermentasi kedelai

Tempe, hasil fermentasi kedelai khas nusantara. Foto: Sakurai Midori, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Dia murah, dia ada di mana-mana, dan dia sering jadi bahan bercandaan — "mental tempe", katanya. Padahal, tempe adalah salah satu penemuan pangan paling jenius yang pernah lahir dari nusantara. Sekarang dunia menyebutnya superfood; kita udah makan ini ratusan tahun.

Asli Buatan Nenek Moyang Kita

Beda sama tahu yang jejaknya dari Tiongkok, tempe diyakini asli nusantara, lahir dari tanah Jawa. Salah satu bukti tertulis yang paling sering dikutip adalah Serat Centhini, naskah Jawa yang berlatar abad ke-16 dan disusun awal abad ke-19 — di dalamnya sudah muncul sebutan makanan olahan kedelai yang merujuk pada tempe. Artinya, jauh sebelum ada istilah protein nabati, orang Jawa udah nemuin cara mengubah kedelai jadi makanan padat gizi.

Keajaiban Bernama Ragi

Rahasia tempe ada di fermentasi. Kedelai rebus diinokulasi dengan jamur Rhizopus — si "ragi tempe" — lalu dibungkus daun pisang dan didiamkan. Dalam satu-dua hari, miselium putih tumbuh merajut butiran kedelai jadi satu lempengan padat. Proses ini bukan cuma mengawetkan: fermentasi memecah protein jadi lebih mudah dicerna, menghasilkan vitamin B12 yang langka di pangan nabati, dan menciptakan rasa gurih khas yang nggak ada duanya.

Yang lebih keren: semua ini ditemukan lewat kearifan turun-temurun, tanpa laboratorium. Nenek moyang kita adalah ahli bioteknologi sebelum kata itu ada.

Dari "Mental Tempe" ke Kebanggaan

Di masa perjuangan, tempe sempat jadi simbol kelas bawah — sampai muncul istilah "bangsa tempe" dan "mental tempe" sebagai ejekan. Bung Karno sendiri dalam pidatonya pernah mengingatkan agar kita jangan mau jadi bangsa yang diremehkan seperti itu. Ironisnya, justru si tempe yang kemudian membalikkan keadaan: dari makanan yang diejek, dia naik kelas jadi kebanggaan kuliner dan gizi bangsa.

Mendunia Sebagai Superfood

Hari ini, tempe dijual di supermarket Amerika, Eropa, sampai Jepang sebagai pangan sehat: protein tinggi, probiotik alami, rendah lemak jenuh, dan ramah lingkungan dibanding protein hewani. Restoran vegan dunia berlomba bikin steak tempe dan tempe burger. Indonesia pun terus memperjuangkan tempe untuk diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda — pengakuan yang rasanya tinggal soal waktu.

Pelajaran dari Sepotong Tempe

Tempe ngajarin kita satu hal: jangan remehkan yang sederhana. Dari kedelai, daun pisang, dan kesabaran satu-dua malam, lahir makanan yang menghidupi bangsa ini ratusan tahun — dan sekarang dikagumi dunia. Mental tempe? Justru harusnya kita bangga: tahan banting, merakyat, dan dibutuhkan di mana-mana.

Suka cerita begini? Ikuti terus rubrik Asal-Usul di Indonesia Banget.

Posting Komentar