Asal-Usul Kata "Nusantara": Dari Sumpah Gajah Mada sampai Nama Ibu Kota Baru
Peta wilayah pengaruh Majapahit menurut Nagarakretagama. Sumber: Adniii, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons
Kata ini ada di mana-mana: nama jalan, nama bank, nama partai, nama sekolah, sampai nama ibu kota baru. Tapi "Nusantara" bukan kata biasa — dia salah satu kata tertua yang masih kita pakai, lahir dari era kejayaan Majapahit sekitar tujuh abad silam.
Arti Harfiahnya: Pulau-Pulau Seberang
Secara bahasa, Nusantara berasal dari kata Jawa Kuno nusa yang berarti pulau, dan antara yang bermakna luar atau seberang. Jadi dari kacamata orang Majapahit di Jawa, "Nusantara" artinya kurang lebih: pulau-pulau di luar Jawa — wilayah seberang yang membentang dari barat sampai timur.
Istilah ini muncul di naskah-naskah kuno peninggalan Majapahit, seperti Nagarakretagama karya Mpu Prapanca dan kitab Pararaton. Dari naskah-naskah itulah kita tahu betapa luasnya jangkauan pandangan politik kerajaan ini.
Sumpah yang Melegenda
Nusantara makin melegenda karena satu momen: Sumpah Palapa. Dalam Pararaton dikisahkan, Mahapatih Gajah Mada bersumpah nggak akan menikmati kesenangan duniawi — amukti palapa — sebelum berhasil menyatukan Nusantara di bawah Majapahit. Daftar wilayah yang dia sebut membentang jauh: dari Gurun sampai Palembang, dari Tumasik (Singapura sekarang) sampai wilayah-wilayah timur.
Terlepas dari perdebatan sejarawan soal detailnya, satu hal jelas: sejak era itu, kepulauan ini sudah dibayangkan sebagai satu kesatuan — gagasan yang jauh mendahului zamannya.
Dihidupkan Kembali oleh Pergerakan
Setelah Majapahit runtuh, istilah ini lama tertidur — kepulauan kita dikenal dunia sebagai Hindia Belanda. Baru pada awal abad ke-20, para tokoh pergerakan menghidupkan kembali kata Nusantara sebagai alternatif sebutan tanah air yang bebas dari bau kolonial. Salah satu yang mempopulerkannya adalah Ki Hajar Dewantara, yang sempat mengusulkan "Nusantara" sebagai calon nama negara ini sebelum akhirnya "Indonesia" yang dipilih.
Kata itu pun menemukan hidup keduanya: bukan lagi "pulau-pulau di luar Jawa", tapi seluruh gugusan kepulauan kita, dari Sabang sampai Merauke — dipakai berdampingan dengan nama resmi Indonesia sampai sekarang.
Dari Kitab Kuno ke Ibu Kota Baru
Dan sejarah kata ini belum selesai. Tahun 2022, pemerintah memilih Nusantara sebagai nama ibu kota negara yang baru di Kalimantan Timur. Sebuah kata yang lahir di lontar-lontar Majapahit abad ke-14, kini terpampang sebagai nama ibu kota abad ke-21. Nggak banyak kata yang perjalanan hidupnya sepanjang itu.
Nusantara ngingetin kita: jauh sebelum ada peta modern dan GPS, leluhur kita udah memandang ribuan pulau ini sebagai satu rumah besar. Tugas kita cuma satu — ngerawatnya.
Suka cerita begini? Ikuti terus rubrik Asal-Usul di Indonesia Banget.
Posting Komentar